Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Darah Komando dari Bima: Kapten Inf Dr. Gintur Tempa Dua Putra Menjadi Perwira Elit TNI

Kamis, 14 Mei 2026 | Mei 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T23:03:25Z

Vetojenewanews.com // NTB

 Di balik kokohnya pertahanan negara, tersimpan kisah inspiratif seorang prajurit asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kapten Inf Dr. M. Gintur, S.H., M.H. Dengan disiplin tinggi dan ketegasan yang berpadu kasih sayang, ia berhasil mengantarkan dua putranya menjadi bagian dari pasukan elite Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Kedua putra tersebut adalah Lettu Pas M. Iqbal Fahriyansyah, S.Tr.Han., yang kini bertugas di Batalyon Para Komando 466 Kopasgat, serta Letda Inf M. Akbar, S.Tr.Han., yang resmi bergabung dengan Grup 1 Kopassus.


Bagi Kapten Gintur, keberhasilan itu bukan sekadar kebanggaan keluarga, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan tempaan mental yang ia tanamkan sejak dini kepada kedua anaknya.


“Dulu ayah pergi demi tugas negara, kini ayah melepas kalian untuk menjaga negara itu. Sedih raga berjarak, bangga jiwa berpadu,” ujar Kapten Gintur penuh haru.


Ia mengungkapkan, didikan keras yang diterapkan selama ini bukanlah bentuk tekanan, melainkan cara untuk membangun mental tangguh agar kedua putranya mampu menghadapi kerasnya medan tugas sebagai prajurit komando.


“Setiap bentakan ayah adalah doa yang dibungkus disiplin. Dunia komando tidak mengenal belas kasihan, maka ayah menempa kalian agar dunia tidak mampu mematahkan kalian,” katanya.


Keberhasilan Iqbal dan Akbar menjadi perwira elite TNI juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bima dan Nusa Tenggara Barat. Prestasi tersebut membuktikan bahwa putra daerah mampu bersaing dan menembus ketatnya pendidikan militer hingga bergabung dengan satuan terbaik TNI.


Kapten Gintur pun berpesan agar kedua putranya selalu menjaga kehormatan dan integritas dalam setiap penugasan.


“Lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas. Jadilah prajurit yang lebih hebat dari ayahmu. Pangkat bisa dibeli, tetapi kehormatan komando adalah harga mati,” tegasnya.


Ia juga berharap kedua putranya menjadi pemimpin yang dicintai bawahan, disegani lawan, dan tetap rendah hati di hadapan Tuhan.


“Iqbal di Kopasgat, Akbar di Kopassus. Dua elang muda dari NTB. Jadilah perwira yang dicintai bawahan, disegani lawan, dan selalu sujud kepada Tuhan,” tuturnya.


Kisah Kapten Gintur bersama kedua putranya menjadi bukti bahwa disiplin, pengorbanan, dan cinta seorang ayah mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Keterangan foto : Kapten Inf Dr. M. Gintur bersama kedua putranya. (Istimewa).

(***)

×
Berita Terbaru Update