Vetojenewanews.com,MEDAN — Sepeda motor milik Ketua Perwakilan SE Sumatera Reclasseering Indonesia, Sandi H.P. Nasution, ST, hilang pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 17.50 WIB.
Sepeda motor tersebut diketahui berada di Jalan Letda Sujono No. 44, Kelurahan Bandar Selamat, Kota Medan. Kendaraan yang hilang merupakan Honda Vario 125 warna hitam tahun 2021 dengan nomor polisi BK 5519 AKE.
Dalam perkembangan kasus, pihak kepolisian telah mengamankan seorang pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut. Pelaku saat ini ditempatkan di Polsek Medan Baru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/1158/VIII/2026/SPKT/Polsek Medan Tembung.
Menanggapi perkembangan tersebut, Sandi H.P. Nasution meminta kepolisian tidak berhenti pada pelaku yang telah diamankan. Ia mendesak agar penyidik mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat, khususnya pihak yang diduga menjadi penadah maupun pihak yang melakukan transaksi terhadap sepeda motor hasil kejahatan.
“Saya meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri pihak yang menjadi penadah dan melakukan transaksi terhadap sepeda motor yang hilang. Saya yakin dengan kerja keras dan profesionalitas kepolisian, kasus ini dapat segera terungkap secara terang,” ujar Sandi, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, Kuasa Hukum Pelapor, Advokat Amir Hamzah, SH, meminta Kapolsek dan penyidik menangani perkara tersebut secara cepat dan serius. Menurutnya, setelah adanya pelaku yang diamankan, penyidik diharapkan segera melakukan pengembangan untuk mengetahui keberadaan kendaraan serta mengungkap pihak yang diduga menerima atau melakukan transaksi terhadap kendaraan hasil kejahatan tersebut.
“Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1158/VIII/2026/SPKT/Polsek Medan Tembung, kami meminta Kapolsek dan penyidik dapat bekerja cepat dalam mengembangkan perkara ini. Jangan hanya berhenti pada pelaku yang sudah diamankan. Kami meminta penyidik menelusuri dan menemukan siapa pihak yang diduga menjadi penadah,” tegas Amir Hamzah.
Ia menambahkan, pengungkapan jaringan atau pihak lain yang diduga terlibat penting dilakukan agar perkara tersebut dapat terungkap secara menyeluruh.
“Kami berharap penyidik bekerja secara profesional, cepat, tepat dan transparan. Jika memang ada pihak yang terlibat dalam penadahan maupun transaksi kendaraan hasil kejahatan, tentu harus ditelusuri berdasarkan alat bukti dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Sandi juga berharap proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara cepat, tepat, transparan, dan akurat, sehingga seluruh rangkaian perkara dapat terungkap dan pihak-pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kami berharap kasus ini jangan sampai berhenti hanya pada satu pelaku. Jika ada pihak lain yang terlibat dalam transaksi atau penadahan, kami meminta semuanya diusut sampai tuntas,” tegas Sandi.
Ia menegaskan tetap memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap seluruh rangkaian kasus tersebut.
“Cepat, tepat dan akurat. Kami meminta kasus ini segera diungkap secara tuntas,” pungkasnya. ( AH )
