Vetojenewanews.com // Deli Serdang
Sebuah penilaian seharusnya lahir dari fakta, bukan dari kepentingan. Namun ketika kepentingan pribadi ikut bermain, batas antara objektivitas dan subjektivitas menjadi semakin tipis.Rabu 7/10/2026
Tidak sedikit orang menilai sesuatu bukan berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi, melainkan berdasarkan bagaimana persoalan tersebut menguntungkan atau merugikan dirinya. Akibatnya, penilaian bisa berubah menjadi alat untuk membangun citra, menjatuhkan pihak lain, atau membenarkan kepentingan tertentu.
Di sinilah publik perlu berhati-hati. Tidak semua penilaian adalah kebenaran, dan tidak semua kritik lahir dari niat yang benar-benar objektif.
Sebuah penilaian yang sehat semestinya mampu melihat persoalan dari berbagai sisi. Fakta harus ditempatkan di depan, sementara kepentingan pribadi harus dikesampingkan.
Sebab jika kepentingan pribadi sudah menjadi dasar penilaian, maka yang muncul bukan lagi objektivitas, melainkan pembenaran terhadap kepentingan sendiri.
Pada akhirnya, waktu dan fakta akan menjadi penguji. Siapa yang benar-benar objektif akan terlihat dari konsistensinya, sementara penilaian yang dibangun atas kepentingan pribadi biasanya akan terbuka dengan sendirinya.
Karena menilai itu mudah. Tetapi bersikap adil ketika kepentingan pribadi ikut bermain, itulah yang sulit.( A.S )
